CONTOH SKENARIO FILM PENDEK (BERDURASI 10 MENIT)

TERNYATA HANYALAH REKAYASA

Galih : Kak Reksa -kakak senior-
Matthew : Davin -mahasiswa ospek-
Opit : Thomas -mahasiswa ospek-
Fani : Adit -penjual air-
Ruth : Tari -Penjual dasi-
Patricia : Dina -jin bola lampu-

Davin dan Thomas, tetangga kos-kosan, universitas sama pula, dan dulu adalah sahabat di SMA.
Suatu hari… saat mereka ospek Universitas Sukaribut… di suatu “tempat terpencil” (dalam hal ini, di dekat gudang sanggar pramuka), biasanya tempat ospek para mahasiswa baru, Thomas dan Davin, 2 mahasiswa baru, disuruh mencari jalan ke kampus (dalam hal ini SMA Cendana) dalam waktu 30 menit tanpa petunjuk arah (kompas, GPS) dalam rangka hukuman ospek, karena mereka terlambat.

Thomas, Davin : Pagi Kak!!!
Kak Reksa (nada tinggi) : Pagi. Kenapa kalian terlambat!!! Hayo ngaku!!!
Thomas, Davin : Bangun terlambat!!!
Kak Reksa : Kalian takut kan diospek, makanya sengaja terlambat!!!
Thomas, Davin : Nggak juga!!!
Kak Reksa : Oh, kalian udah sengaja terlambat, berani bilang “nggak takut”. Mau menantang???
Thomas, Davin : Nggak Kak!
Kak Reksa : Kalian memang siap menerima hukumannya ospek??? Hukumannya, kalian harus mencari jalan sampai di kampus kita dengan cara apa saja!!! Kuberi waktu 30 menit!!!
Thomas : -melongo-
Davin : Hmmm….
Kak Reksa (nada tinggi) : Mental itu harus dibina. Kami dulu begini juga, lebih parah malahan!!!
Davin, Thomas (memelas)… Uh…
Kak Reksa (tegas) : Coba saya uji, Skotjam minimal 15 kali dalam 10 detik!!!
Davin, Thomas (skotjam)
Kak Reksa : Alah… cemen… Katanya dulu anak fitness, masa skotjam 15x dalam 10 detik aja nggak bisa… mahasiswa macam apa!!!
Davin : Tapi, Kak (memelas)
Kak Reksa : Tak ada tapi-tapi an, dalam hitungan ke 3, kalian CARI jalan ke kampus !!! Ingat 30 menit!!! Lebih, lihat saja konsekuensinya!!!
Davin, Thomas (muka memelas dan ketakutan) : Ya, Kak!!!
Kak Reksa : 1, 2, 3!!! 30 MENIT!!! (teriak)
Thomas : Kompas tak ada, GPS tak ada!!!
Kak Reksa : Katanya kau dulu anak pramuka, pakailah cara yang diajarkan pas pramuka itu!!! (teriak)
Kak Reksa : Sekarang, jalan berpisah!!! Thomas, ke kanan!!! Davin, ke kiri!!!
Thomas, Davin : (mengangguk)

Mereka pun mulai berjalan, berbeda arah.

Saat awal perjalanan…

Thomas (berbicara sendiri) : Mentang-mentang aku dulu anak pramuka, gini ospeknya!!!
Davin (berbicara sendiri) : Gara-gara sering ke fitness, tau aja tuh kakak… disuruh skotjam 15x dalam 10 detik…

15 menit berlalu…

(latar : dekat TK Cendana Rumbai)

Thomas (berbicara sendiri) : Aduh… Haus nih…
Thomas (dalam hati) : Mana waktu tinggal 15 menit lagi…
Thomas terus berjalan… dan…tiba-tiba melihat ada bola lampu bekas…
Thomas (berbicara sendiri) : Ambil aja lah… siapa tahu…
Thomas pun menggosok-gosok bola lampu tersebut…
dan tiba-tiba… datang sesosok jin… (Dina, muncul dari belakang Thomas)
Dina (jin) : Terima kasih. Telah mengeluarkanku dari sini. Saya bebas… setelah puluhan tahun terperangkap di sini… Sekali lagi, terima kasih.
Thomas : (terkejut) Sama-sama.
Dina (jin) : Sebagai hadiahnya… Saya akan kabulkan tepat satu permintaanmu.
Dina (jin) : Baiklah, sekarang apa permintaanmu tersebut?
Thomas : Saya tersesat, dan ingin tahu jalan ke Universitas Sukaribut.
Dina (jin) : Baiklah. Saya beritahu petunjuknya. Lurus, nanti ada penjual dasi, tanya aja sama si penjual dasi tersebut.
Thomas : Apa hubungannya?
Dina (jin) : (pergi -jin tersebut tidak melayani pertanyaan tambahan, karena dianggap sebagai permintaan lain-)
Thomas (bingung, berbicara sendiri) : Kampus, dasi, kampus, dasi, kampus, dasi, apa hubungannya…
Thomas (masih berbicara sendiri, dengan bingung), Mungkin aja maksudnya…

Sementara itu… saat Thomas sedang dalam perjalanan menuju penjual dasi, Davin yang kehausan sudah duluan sampai di toko penjual dasi…

Percakapan antara Davin dan penjual dasi (Tari)

Davin : Kak, boleh nanya, lagi haus nih. Dimana warung terdekat untuk beli air minum? Yang gratis, soalnya nggak bawa uang. Katanya ada?
Tari (penjual dasi) : Warung terdekat? Lurus, terus pas tepat sebelum pertigaan, kan ada tempat olahraga (dalam hal ini GOR), nah di depannya ada orang jual air minum, gratis kok!
Davin : Oh, begitu.
Tari : Tapi, ada syaratnya… Beli dulu dasinya… Gratis kok!!!
Davin : (nada emosi) : Aneh, masa orang haus disuruh beli dasi?
Tari : Beli saja, gratis kok!
Davin (nada emosi) : Ah, sudahlah!

Davin tidak jadi membeli dasi, dan langsung pergi berjalan, dengan rasa lelah karena kehausan, mengikuti instruksi sang penjual dasi.

Beberapa saat kemudian… Sementara, waktu tinggal 10 menit… dan terus berjalan…

Sesampainya di tempat penjual air minum …

Davin : Om, aqua gelas 1!!!
Adit : Harganya 1500 dek!
Davin : Ha? Katanya gratis? Aku nggak bawa uang nih!
Adit : Siapa bilang?
Davin : Kata si penjual dasi disana!
Adit : Makanya itu, dia nawarin dasi gratis, disini, aqua cuma gratis untuk orang yang BERDASI!!!
Davin : (SIALLLLL!!!!!)

Davin pun bergumam…

Davin : Begitu toh, tak sia-sia si penjual dasi itu tawarin dasi… nih waktu tinggal 8 menit… mana kehausan lagi… balik lagi ke tempat tadi… jauh… cuma gara-gara dasi…
Davin (berbicara sendiri) : Nggak apa-apa lah kehausan, daripada diberi hukuman tambahan, waktu sedikit lagi, mending langsung aja cari-cari jalan ke sekolah…

Thomas pun, setelah mengalami hal yang sama dengan Davin, tiba-tiba bertemu dengan Davin, saat mencari jalan ke kampus.

Sementara : Waktu tinggal 3 menit lagi…

Davin : Waktu tinggal 3 menit lagi… gara-gara soal dasi, habis waktu kita!!!
Thomas : Iya nih, mana haus lagi!
Davin : Sama, aku juga haus!
Thomas : Bagaimana kalau cari tumpangan…
Davin : Jangan lagi… tanggung juga 3 menit…
Thomas : Iya nih… dan kita masih di sekitar-sekitar sini…

Davin dan Thomas pun kembali jalan berpisah…

beberapa saat kemudian, tiba – tiba… datang sesosok manusia dari belakang Thomas… dan ternyata ia adalah Kak Reksa…

Kak Reksa : TEEEEET!!!!! WAKTU HABIS…
Kak Reksa : mau konsekuensi yang lebih parah?
Thomas : Jangan, Kak!
Kak Reksa : Jangan, jangan, akui dulu, apa kesalahanmu?
Thomas : Terlambat, Kak!
Kak Reksa : Kok bisa? Anak pramuka tahu lah cara mencari jalan keluar!!!
Thomas : Sebenarnya bisa tadi kak, cuma gara-gara soal dasi… hilang waktu 10 menit…
Kak Reksa : Makanya turuti perintah orang! Kalau si penjual bilang “beli dasi, gratis”, beli aja… Hemat waktu 10 menit…
Thomas : Oh, kok kakak tau ada penjual dasi?
Kak Reksa : Penjual dasi, penjual air, itu semua teman kakak!!!
Davin pun datang…
Davin (nyeletuk) : Senior apa, sukanya bikin skenario, hukum nggak jelas!
Kak Reksa : (emosi) : DIAM!!! SAYA SEDANG BERBICARA DENGAN THOMAS.
Davin (takut) : Kak, maksudnya…
Kak Reksa (tambah emosi) : DIAM!!! MAU KAKAK HUKUM LEBIH PARAH???
Davin (gugup) : Nggak, Kak!
Kak Reksa : MAKANYA, JANGAN IKUT CAMPUR URUSAN ORANG LAIN!!!
Kak Reksa : INI MEMANG CUMA SKENARIO… DAMPAKNYA BUAT MENTAL KALIAN. MAU LIHAT CONTOH SKENARIO BESAR, YANG DAMPAKNYA KEPADA SELURUH RAKYAT INDONESIA???
Davin, Thomas : (bingung)

Saat pulang, sore harinya… di kamar kos Davin (kamar tidur di sanggar pramuka)… Davin dan Thomas berkumpul.

Davin pun membuka internet di HPnya, dan melihat berita mengenai penangkapan terduga teroris.
Davin : Aduh, teroris lagi, teroris lagi…
Thomas : Ah, itu cuma rekayasa
Davin : Rekayasa?
Thomas : Lihat aja, kan kemarin ada kasus korupsi besar?
Davin : Terus?
Thomas : Seolah hilang ditelan berita “terduga teroris”
Davin : Nggak juga. Kebetulan kali?
Thomas : Sebelumnya juga gitu. Coba aja perhatiin…
Davin : Hmm iya juga ya…

Tiba-tiba datang sesosok manusia… yang ternyata telah mengikuti mereka…

Kak Reksa : Itu dia contohnya, “terduga teroris”
Davin : Oh…
Kak Reksa : Jadi kalian mau dihukum tambahan…
Davin : Tapi yang tadi cuma skenario (rekayasa) Kak???
Kak Reksa : Memang… Sama kaya “terduga teroris” yang muncul cuma pas lagi ada kasus korupsi besar di pemerintah…
Thomas : Mungkin aja si “terduga teroris” dipelihara pemerintah, nanti pas ada korupsi besar, dimanfaatkan buat pengalihan isu…
Kak Reksa : Mungkin aja… Yang
Davin : Kalau mau mengalihkan isu ya… pakai hal yang bagus aja lah… misalnya tentang makanan, tempat bersejarah, dsb… berita cuplikan…
Kak Reksa : Benar juga…
Kak Reksa : Jadi, tujuan Kakak tadi menghukum kalian pakai cara yang aneh, adalah untuk memberi tahu kalian, secara tidak langsung, bahwa negara kita ini sudah penuh dengan rekayasa, dan skenario busuk…
Davin, Thomas : Iya juga ya…
Kak Reksa, Davin, Thomas (berbarengan) : Alangkah lucunya negeri ini…
TAMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s