STATISTIKA (METODE SAMPLING)

STATISTIKA (METODE SAMPLING)

1. Simple Random Sampling
Contoh : Seorang petugas mencatat meteran listrik di suatu populasi (ex: Desa Sukamandi Jaya) dengan mengambil sampel acak (ex:100 rumah) tanpa membedakan hal spesifik (ex: gender, suku, dsb)

2a. Proportional Stratified

Contoh : Di Desa Sukamakmur (populasi) terdapat 200 keluarga kelas bawah, 70 kelas menengah, dan 20 kelas atas  (total 290), maka jika seseorang ingin mengambil 100 (sampel), perbandingannya adalah –> Kelas bawah 200/290 * 100 =~ 69, kelas menengah 70/290 * 100 =~ 24, kelas atas 20/290 * 100 =~ 7.

2b. Non-proportional Stratified : Pada contoh diatas, jika salah satu stratum anggotanya sangat sedikit, bisa diganti ke stratum lain, contoh : 69:28:3 untuk bawah:menengah:atas

3. Cluster

Contoh : Ada populasi 200 KK pada desa Sukagiat, dapat dibagi menjadi 20 gugus, masing-masing 10 KK, peneliti dapat mengambil beberapa gugus (misal : 5 gugus) sebagai sampel

4. Systematic

Contoh : Ada populasi 250 anak pada Desa Sukahemat, berat badan 50 sampel akan diteliti setiap interval 5 (contoh : hanya anak ke 2, 7, 12, 17, … , 247 yang dijadikan sampel, dan penomoran memang harus benar-benar acak)

5. Area

Contoh : Provinsi Jawa Timur dibagi menjadi beberapa kota/kabupaten. Untuk mensensus pendapatan, Jawa timur (populasi) dapat dibagi menjadi daerah-daerah (kota/kabupaten), dan  diambil beberapa daerah untuk dijadikan sampel.

6. Nonrandom Convenience

Jika terdesak (co:ekonomi, waktu, dsb). Contoh seorang yang hanya mensurvei sampel beberapa kepala keluarga hanya pada jalan tertentu dari sebuah desa populasi, sampel terbatas karena kurangnya biaya

7. Nonrandom purposive (tujuan tertentu)

7a. Judgement

Contoh : delegasi/sukarelawan tertentu (sampel) dari suatu organisasi (populasi) yang dipilih berdasarkan kepercayaan pengelola organisasi untuk diteliti mengenai seluk beluk organisasi

7b. Quota

Contoh : 300 siswa kelas X, 350 siswa kelas XI, 350 siswa klas XII, populasi SMAN 1 Sukamaju, ingin diambil secara kebetulan (bukan acak) berdasarkan kuota 100, maka diambil 30:35:35 siswa kelas X:XI:XII,secara kebetulan berdasarkan kriteria tertentu

7c. Snowball

Contoh : Ketua kelas (populasi, 25 orang) tidak banyak tahu tentang anggotanya tentang pandangan politik, maka ia meneliti salah satu temannya untuk dijadikan sampel, kemudian menyuruh sampel tersebut untuk meneliti temannya sebagai sampel lain, dst

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s